Chernobyl dari Kota Mati sampai jadi Tempat wisata

Film ini berhasil menyedot perhatian banyak orang. Lantaran kisah dan setting yang diangkat dari kisah nyata ledakan pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl di Ukraina.
Akibat ledakan yang terjadi pada 26 April 1986 tersebut, di Kota Pripyat dekat PLTN Chernobyl ditinggal para penduduknya.
Dampak ledakan PLTN tersebut melepaskan radiasi 400 kali lebih banyak dibanding bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima serta Nagasaki. Menjadikan peristiwa Chernobyl sebagai bencana nuklir terburuk sepanjang sejarah dunia.
Setelah 33 tahun peristiwa tersebut, Chernobyl justru menarik banyak wisatawan. Kota Pripyat dan Chernobyl yang kini disebut Kota Hantu sampai mempunya tur tersendiri.
Monumen peringatan tragedi Chernobyl dan sisa reaktor nomor empat yang meledak pada 26 April 2016.(Wikipedia) Untuk ikut tur Chernobyl dibutuhkan izin untuk memasuki zona tersebut.
Untuk itu biasanya wisatawan akan mengandalkan operator tur. Dokumen izin dibutuhkan untuk zona 30-10 kilometer dari PLTN Chernobyl, memasuki Kota Pripyat, dan stasiun radar Duga.
Jangan pernah coba-coba memasuki kawasan Chernobyl sendiri, karena memang hanya tur kelompok yang telah mendapat izin diperbolehkan masuk kawasan tersebut.
Selanjutnya wisatawan juga harus mematuhi berbagai aturan, seperti tidak menyentuh barang apapun, tidak duduk, tiduran, makan, dan minum di dalam kawasan, serta menggunakan pakaian yang menutupi kulit.
Di akhir kunjungan wisatawan juga akan mendapat tes tingkat radiasi. Jika tingkat radiasi di pakaian atau sepatu terbilang tinggi, maka diminta untuk ditinggalkan.
Kota Hantu sendiri sebenarnya lebih tepat dijuluki pada Kota Pripyat. Di sana terdapat apartmen, rumah penduduk, yang ditinggal begitu saja oleh penduduknya.
Kota ini juga punya cerita naas, lantaran Uni Soviet yang menutupi peristiwa Chernobyl dan tidak mengevakuasi penduduk dalam waktu 36 jam setelah ledakan. Banyak penduduknya yang sakit parah akibat radiasi.
Kawasan Chernobyl selain menarik para pencinta sejarah juga menarik pencinta fotografi. Di kawasan ini akan tampak kondisi kota yang mencekam dengan gedung dan segala perabotan yang mulai rusak ditinggal 33 tahun oleh penduduknya.
Waktu terbaik untuk ikut tur Chernobyl ini adalah saat musim dingin, karena partikel radiasi yang dapat terbang tebawa angin pada musim lain.
Untuk mengikuti tur harian ke Chernobyl, dapat memesan tur langsung lewat internet atau agen perjalanan.
Keberangkatan biasanya dimulai dari Kiev, ibu kota Ukraina. Pantauan KompasTravel di salah satu operator tur online, harga tur harian ke Chernobyl Rp 1,5 juta per orang.
Tertarik menelusuri Kota Hantu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar